Sheeba Chaachouh lahir di Quebec, Kanada. Walaupun lahir dan tumbuh besar di Kanada, darah Lebanon sangat kental mengalir di gadis manis berusia 19 tahun ini. Dia mengaku bahwa Lebanon adalah rumahnya sedangkan Quebec yang notabene menjadi kota tempat dimana ia dilahirkan dan tumbuh besar disebutnya sebagai rumah kedua. Menghabiskan masa kecil di Quebec dan bersekolah di sekolah islam, sedari kecil ia belajar tentang agama islam, menghafal surat-surat alquran, dan ilmu-ilmu tentang islam lainnya.

Dara cantik ini mengaku sangat senang menulis terutama novel, “writing a novel is one of my dreams. I value nature and love to travel all around the world” ujarnya. Kuliah dengan jurusan Jurnalistik dan Ilmu Politik, selain itu Seeba juga aktif menulis untuk majalah kampusnya juga menulis untuk koran kenamaan di Montreal. 

Perjalanan dan pengalaman berhijab

Seeba mulai mengenakan hijab ketika dua bulan setelah usianya menginjak 18 tahun, “saya mulai mengenakan jilbab sekitar dua bulan setelah saya berusia 18 saya masih ingat tanggal yang tepat karena itu adalah hari yang sangat istimewa bagi saya.” Adalah 15 juni 2013 tanggal yang spesial baginya, sejak setahun lalu ia membuat keputusan untuk berhijab sampai sekarang.

Ketika menginjak usia 12 tahun Seeba sempat menggunakan hijab selama satu tahun, tapi akhirnya dilepas kembali karena lingkungan dan karena tidak nyaman menghadapi situasi tertentu, selain itu ada yang menasehatinya bahwa tidak ada gunanya ia mengenakan hijab. Ia menyebut dirinya anak yang tidak bertanggung jawab ketika menginjak usia tersebut karena sempat melepas lagi jilbabnya.

Ketika menginjak usia 17 tahun ia berfikir untuk kembali mengenakan hijab, ia pun mulai mencari segala macam tentang hijab di internet termasuk fashion. Namun jalannya tidak mudah, ia mengalami pergolakan batin dalam menentukan sikap apakah akan mengenakan kembali hijabnya atau tidak. Kadang ia merasa cemburu terhadap kakak perempuannya yang sudah mantap untuk berhijab, “aku juga sedikit cemburu karena ingin memakai hijab tapi tidak punya keberanian untuk melakukannya”.

Screen_Shot_2014-06-16_at_2.55.20_PM Screen_Shot_2014-06-16_at_2.58.15_PM

Diskriminasi di Kanada

Parlemen Kanada mengusulkan sebuah piagam “Charter of Quebec Values”, pengusulan dan pemantapan piagam dilakukan dalam rentang waktu 6 bulan dari September 2013 hingga April 2014 sebelum akhirnya diputuskan setelah pemilu akhir April. Piagam diskriminatif ini secara gamblang melarang simbol agama yang mencolok seperti jilbab, turban, dan kalung salib yang besar yang memang ditujukan untuk kaum minoritas di Kanada, terutama bagi kaum muslimah yang berhijab ini sangat berbahaya dan dapat memunculkan lagi Islamophobia dan jika piagam ini disahkan oleh pemerintah maka Seeba dan keluarganya mungkin harus pergi dari Kanada untuk selamanya.

Selama periode ini banyak muslimah yang berhijab mengalami agresivitas dan kekerasan verbal oleh sebagian orang pendukung diberlakukannya piagam “Charter of Quebec Values”, para warga yang mempunyai darah keturunan negara lain seperti Seeba diminta untuk kembali ke negara asalnya atau tetap tinggal dengan catatan menghormati keputusan pemerintah, mengikuti tradisi kaum mayoritas, dan melupakan agama mereka.

Seeba bersama kaum yang didiskriminasi lainnya bersatu untuk menolak lahirnya piagam “Charter of Quebec Values”, di beberapa kesempatan mereka mengajukan suara yang menyatakan ke-tidak setuju-an mereka terhadap piagam ini dengan mengirimi pemerintah surat dan turun ke jalan secara langsung. Yang mengejutkan adalah dukungan orang Kanada terhadap perempuan berhijab, Yang membuat Seeba merinding adalah ketika ia berjalan menuju kampusnya beberapa orang memberhentikan langkahnya hanya untuk mengatakan “stay strong!” dan “do not give up on your hijab, we all support you!”, subhanallah begitu indahnya keberagaman dan kasih sayang antar umat manusia. 

Dengan adanya periode pengusulan piagam ini membuat Seeba semakin mengagumi Quebec beserta orang-orang didalamnya, ia yakin lebih banyak orang yang kontra diskriminasi dibanding yang mendukung adanya diskriminasi itu sendiri, “saya mengerti adalah ketidaktahuan lah yang membuat beberapa orang mendukung piagam semacam ini” ujarnya. Ia berharap suatu saat mereka mengerti tentang Islam dan esensi hijab dalam Islam itu sendiri. “Saya juga belum pernah mengalami hal-hal mengerikan tentang diskriminasi selain tatapan sinis dan tidak nyaman dari orang di angkutan umum.”

Akhirnya pada April 2014 setelah pemilu berakhir, berakhir pula kontroversi tentang piagam diskriminatif ini. Dengan menangnya Partai Liberal yang secara tegas menolak setiap bentuk diskriminasi dan mendukung kebebasan individu. “Sekarang saya bisa keluar rumah dengan hijab saya dengan tenang, tanpa harus takut ada yang akan menarik hijab saya dan menghina saya.”

 

IMG-20140612-WA0030

Untuk mereka yang sedang berjuang dengan Hijabnya

“To anyone struggling with hijab, on any level, try to support the struggle because it is worth it. Hijab is a blessing to all Muslim women. Personally, wearing the hijab made me happy and I am ready to support anything harmful on a social level but I would never give up on my hijab. Hijab is modesty. Hijab is a Muslim woman’s most powerful weapon. Hijab is also beauty. Hijab is not oppressive, it is freedom. Nowadays, you can be hijabi, as well as fashionable and classy. You can wear whatever clothes you want and do what you desire to do in society. Hijab is a blessing and nobody gives up on a blessing.”

“Bagi siapa pun berjuang dengan jilbab, pada tingkat apapun, cobalah untuk mendukung perjuangan karena itu sangat berharga. Hijab adalah berkah bagi semua wanita Muslim. Secara pribadi, mengenakan jilbab membuat saya senang dan saya siap mendukung apapun yang membahayakan pada tingkat sosial tapi saya tidak akan pernah menyerah pada jilbab saya. Hijab adalah kerendahan hati. Hijab adalah senjata seorang wanita Muslim paling kuat. Hijab juga kecantikan. Hijab tidak menindas, itu adalah kebebasan. Saat ini, anda dapat menjadi hijabi yang modis dan berkelas. Anda dapat memakai pakaian apapun yang anda inginkan dan melakukan apa yang anda lakukan di masyarakat. Hijab adalah berkah dan tidak kan manusia yang akan menyerah untuk sebuah berkah”

seeebaaaa

Quotes atau motto hidup

“Be like the flower that gives its fragrance to even the hand that crushes it.” – Imam Ali

 

 

Source : HauteHijab

 

-Yog-

Comments

comments

PROFIL : Seeba Chaachouh, Tak Gentar Hadapi Diskriminasi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>