Abu Hurairah berkata, “Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.” (HR. Muslim no. 2558)

Hari raya Idul Fitri menjadi momentum untuk sama-sama membuang jauh kebencian, dendam, dan iri dengki untuk saling bermaafan. Silaturahmi menjadi salah satu tujuan utama untuk dilakukan di hari raya ini. Kegiatan silaturahmi biasanya dilakukan setelah selesai menunaikan shalat Ied, bersalaman bergantian dengan jemaah lainnya biasanya dilakukan dan menjadi salah satu faktor penguat silaturahmi, kemudian setelah selesai berkeliling bergantian bersalaman di tempat shalat Ied silaturahmi biasanya dilakukan di rumah dengan keluarga.

Namun sebetulnya silaturahmi adalah ibadah yang tidak ada kaitannya dengan waktu (Ramadhan, Hari Raya, atau yang lainnya), tidak ada dalil dari al-Qur’an yang menjelaskan tentang anjuran untuk bersilaturahmi khusus pada Hari Raya. Akan tetapi, perintah untuk bersilaturahmi bersifat umum, yang bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Bahkan bagi mereka yang memutus tali silaturahmi akan mendapatkan hukuman sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada dosa yang lebih cepat siksaannya di dunia bagi pelakunya, serta diperlambat siksaannya di akhirat kelak dari pada orang yang zhalim dan memutus hubungan silaturahmi.” (ash-Shahihah no. 917).

Adalah silaturahmi yang mempererat segalanya, rasa kekerabatan, kekeluargaan, persahabatan, dan bahkan rasa kemanusiaan antar sesama mahluk Allah. Maka dari itu tidak ada salahnya tetap jalin silaturahmi setiap saat, bukan hanya pada saat-saat tertentu seperti bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Ucapkanlah salam, sambunglah silaturrahim, berikanlah makan dan shalatlah di malam hari tatkala manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk Surga dengan selamat.” (HR. at-Tirmidzi No. 2485 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah III/155).

-Yog-

Comments

comments

pentingnya menjalin silaturahmi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>