Akhir – akhir ini kita sering melihat pemandangan yang unik tak seperti biasanya, kesan penampilan seorang Polwan di dalam berbusana dengan pakaian shafarinya bertugas menjaga kestabilan keamanan. Tapi sekarang ini gaya berbusana Polwan muslimah tampil cantik dengan balutan seragam berhijab. Ini menjadi pemandangan yang baru dan juga menimbulkan kesan baru serta pencitraan di kalangan petugas keamanan Republik Indonesia. Memang sebagai muslimah polwan di wajibkan menutup auratnya di dalam setiap beraktivitas, apa lagi ketika bertigas sebagai propesi apapun sebagai muslimah yang baik dan taat pada ajaran islam di wajibkan untuk berjilbab menutupi seluruh auratnya.

Dengan adanya Polwan Berhijab kesan dari Polwan sendiri terlihat lebih cantik dan berwibawa. Masyarakat pun lebih menilai sebagai polwan yang santun, ramah juga menjadi pigur masyarakat yang baik yang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat. Ini juga menjadi pencitraan baru bagi penegak Hukum di Republik Indonesia yang saat ini mulai mengalami penurunan kepercayaan dari masyarakat.

Meski telah direstui, namun pemakaian jilbab di kalangan polisi wanita (polwan) masih belum diatur dalam kerangka peraturan. Penggunaan jilbab harus didukung dengan pakaian yang juga mampu menutupi aurat dan lekuk tubuh. Hal inilah yang tengah dirisaukan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Oegroseno.

Dia menjelaskan, pemakaian seragam jilbab untuk para polwan seharusnya menggunakan terusan yang mendukung jilbab. Pasalnya, jika hanya jilbab saja itu masih memperlihatkan lekuk tubuh para polwan.

8-polwan-hibur-anak-anak-di-lokasi-penggerebekan-teroris-ciputat

Desain dari seragam Polwan ini menjadi hal yang sangat penting supaya serasi dan selaras dengan ketentuan seragam Polwan tetapi tetap mengutamakan ketentuan – ketentuan wanita muslimah berjilbab. Dari perizinan berjilbab di kalangan Polwan itu sendiri ternyata sudah menjadi isu di kalangan Kepolisian sejak 2003. Namun, isu ini mulai ramai diperbincangkan sejak 2005. “Banyak ujian dalam memperjuangkannya, sampai akhirnya Allah memberi jalan pada tahun 2013. Peran masyarakat di jejaring sosial yang ramai memperbincangkan serta mempermasalahkan mengapa Kapolri tidak memberi izin jilbab untuk polwan sangat membantu. Alhamdulillah bulan Juni menjadi bulan berkah. Kapolri memberi izin berjilbab untuk Polwan.

Desain jilbab untuk Polwan sudah ada beberapa pilihan. Dari desain yang menutup dada serta ada kerah untuk menempel lencana, sampai jilbab langsungan yang bisa dilepas sebagai kemudahan Polwan saat harus memakai baret atau topi polisi. Selain untuk keindahan, desain ini semata-mata hanya alat untuk memudahkan para Polwan muslimah dalam menggunakan pakaian yg syar’i. Penyelesaian desain ini masih akan berlangsung dalam beberapa waktu kedepan. Putusan tertulis belum launching karena harus menunggu desain akhir jilbab yang disetujui sesuai dengan keperluan Polwan. Peraturan tersebut akan menjadi peraturan baku penggunaan jilbab untuk seluruh Polwan berjilbab di seluruh ndonesia.66

999

Dalam hal jilbab ini Kapolri akan bekerja sama dengan TNI, PNS dan aparat-aparat lainnya. “Kabar baiknya, insyaAllah dalam aturan tertulis pakaian Polwan untuk muslimah akan dibuat longgar dan tidak ketat sehingga menutupi aurat dengan lebih baik. Hal ini menjadi sangat baik sebagai penunjang Polisi wanita dalam bertugas tetapi tetap menaati aturan – aturan yang telah ditentukan oleh Agama islam tapi tetap menjadikan sosok polisi wanita yang cantik dan berwibawa. Semoga Polwan dengan pakaian yang baik akan lebih baik dalam bekerja untuk mencari keridhoan Alloh SWT. Kita semua berharap besar ini adalah langkah awal bagi para polwan untuk tampil dengan seragam yg diridhai oleh Allah SWT. (sb )…

Comments

comments

Polwan Berhijab, lebih Cantik dan Berwibawa

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>