Di zaman sekarang ini berjilbab merupakan suatu kewajiban bagi seluruh wanita yang selalu aktif menjalankan setiap kegiatan dan pekerjaan yang di sukainya. Memang sudah menjadi kewajiban bagi setiap wanita untuk menutup seluruh auratnya. Tidak ketinggalan juga untuk sekarang ini banyak sekali kaum hawa yang suka dan tertarik akan kegiatan Mendaki Gunung. Ada sebagian wanita yang melihat atau merasa bahwa mendaki gunung dengan memakai jilbab adalah hal yang sedikit merepotkan. Itu karena kegiatan pendakian gunung membutuhkan berbagai gerakan yang sportif, dinamis dan agak ceroboh. Ceroboh dalam hal pakaian maupun pergerakan yang akan menimbulkan kotor.
Benarkah dengan memakai jilbab bagi wanita muslimah dalam pendakian gunung adalah hal yang merepotkan?

Mungkin sebagian dari kita masih banyak yang berpikir bahwa ketika seorang muslimah memutuskan untuk mengenakan jilbab, maka dia tidak akan bebas melakukan apapun, merasa dirinya terbatasi dengan jilbab yang dikenakan. Apakah benar seperti itu? Katanya ketika berjilbab, seorang muslimah tak boleh melakukan ini itu, harus meninggalkan seluruh kebiasaan lamanya. Ketika berjilbab, seorang muslimah harus kalem, pendiam, dll. Apakah anda setuju dengan statement ini?

Siapa bilang ketika seorang muslimah memutuskan untuk berjilbab tak bebas melakukan apa – apa? Ada seorang muslimah yang hobi naik gunung, tetap naik gunung ketika memutuskan berjilbab syar’i, dengan rok celana. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh wanita berjilbab. Bahkan banyak juga muslimah berjilbab yang tak kalah prestasinya dengan perempuan – perempuan lain. Ini mencerminkan bahwa tidak ada alasan bahwa berjilbab membuat aktivitas wanita terbatas dan berkurang.

Satu hal yang diyakini sang muslimah bahwa jilbab membebaskan dirinya dari jerat nafsu syetan. Ketika hal duniawi akan mencoba menggoda keteguhan hati muslimah, berikut ini jawabannya dan juga jawaban Tuhan.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri – isterimu, anak – anak perempuanmu dan isteri – isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ ( Q.S Al-Ahzab: 59 )

150337_ichacover

Anda pendaki gunung wanita dan berjilbab? Mungkin beberapa tips ini bisa sedikit membantu Anda.

  1. Pemilihan pakaian : pilih rok panjang, gelap, bahan tebal, nyaman dipakai, engga terlalu ringan. Tujuannya supaya engga naik-naik terus ke permukaan ketika mendaki atau supaya tida gampang tertiup angin.
  2. Baju hitam, lengan panjang, panjang ke bawah sampai menutupi paha dan bahannya berat, supaya tetap nyaman juga bisa menutupi seluruh badan.
  3. Kerudung geblus (langsung pakai), bahan tebal, warnanya bebas yang penting engga menerawang, ciput arab yang kencang supaya rambut engga kabur-kabur
  4. Manset tangan yang masih kencang, selain sebagai penutup tangan ini juga berpungsi sebagai pelindung tangan dari ranting – ranting an bebatuan yang di temui saat mendaki
  5. Kaos kaki berbahan tebal dan tidak menerawang agar kaki tetap terlindungi dan menghindari terjadinya lecet pergelangan kaki
  6. jangan lupa peniti untuk mengaitkan kerudung bagian belakang agar selalu diam dan tidak menghalangi penglihatan saat mendaki
  7. syal yang tebal berfungsi sebagai masker agar debu tidak gampang masuk juga dapat di gunakan sebagai penghangat tubuh ketika pendakian mulai berada di ketinggian yang bersuhu rendah
  8. Jangan lupa, dalaman celana panjang supaya tetep amaaan dalam mendaki00003

Dalam sebuah pendakian, memikul beban, menyeret langkah, memandang jurang yang terjal, masuk ke dalam belantara hutan, merangkak, bergantung pada akar dan bebatuan, terjatuh, terpingkal, menapak pada ketinggian hingga meringkuk melawan dingin yang menusuk.Inilah jalan yang telah di pilih oleh setiap pendaki gunung, tapi kita akan sadar betapa Alloh SWT telah menciptakan seluruh alam ini dengan keindahan yang sangat luar biasa.

Ini juga sebagai tafaqu’r kita sebagai umat manusia yang takan luput dari yang namanya kesalahan dan dosa. kita tahu akan susahnya mencapai suatu puncak , kita tahu banyak rintangan untuk mencapai tujuan tersebut, namun rasa lelah, kesal dan sakit ketika mendaki ini yang membuat kita harus selalu bersyukur atas nikmat dan kesehatan yang Alloh berikan kepada kita. kita dapat mengambil pilosofi dalam mendaki sebuah puncak gunung sebagai suatu usaha yang tak kena lelah untuk menggapai setiap cita-cita dalam kehidupan yang kita jalani. selalu semangat yaah kawan buat menggapai setiap cita-citamu…selamat mencoba…semoga tips di atas bermanfaat buat kalian semua….

Comments

comments

Pendaki Berjilba, Hijab Membuat Aktivitas wanita terbatas ?

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>